Belajar Piano


“Karena saya suka banget sama yang namanya piano maka saya persembahkan artikel ini yang saya dapat dari mbah google, ditujukan bagi teman-teman yang tertarik dengan piano. semoga bermanfaat” 🙂

Apakah anda seorang yang pernah mengikuti kursus piano, namun berhenti di tengah jalan sebelum bisa bermain piano? Pernahkah dipikirkan apa yang merupakan alasan utama anda berhenti belajar piano? Jawaban yang singkat dan sering terdengar adalah “saya tak ada waktu latihan,” “saya terlalu sibuk dengan pekerjaan” dan lain-lain. Memang alasan-alasan itu benar tetapi alasan itu belum tentu menjadi dasar utama anda berhenti belajar piano. Ada orang terus menerus belajar piano hingga bertahun-tahun, ia mengikuti ujian lokal, nasional dan Internasional (ABRSM), namun kelihatannya ia bukan seorang pianis yang berhasil. Ia bukan seorang pianis yang menonjol, karena kemungkinan semua kegiatan itu diikuti bukan karena kemauannya sendiri tetapi kemauan orangtua, keluarga, dan sahabat-sahabatnya.

Harus diakui bahwa belajar piano itu tidak mudah dan menuntut suatu usaha keras, disiplin dan dorongan yang kuat dari dalam diri sendiri. Tanpa ada dorongan dari dalam diri sendiri niscaya ia bisa berhasil. Faktor penting inilah yang harus dimiliki setiap siswa piano yang ingin berhasil. Memang banyak orang berkata, bakat seseorang yang menentukan keberhasilan seseorang. Itu benar, tetapi tak seorangpun di dunia ini yang mengetahui bakatnya tanpa terjun ke bidang musik itu. Jika ingin mengetahui apakah seseorang memiliki bakat dalam piano, maka ia harus ikuti proses belajar piano. Selama dalam proses belajar inilah, secara progresif, lambat tapi pasti, ia akan mengetahui apa ia berbakat dalam piano. Terlepas dari apakah anda mengetahui bakat anda atau tidak, ada beberapa kualitas penting yang harus dimiliki seorang pelajar piano yang ingin berhasil.

Ia Harus Memiliki Daya Tarik

Seorang yang ingin berhasil dalam piano, ia harus memiliki daya tarik terhadap piano. Maksudnya, ia harus senang mendengarkan permainan piano, atau senang melihat konser piano. Kita tidak bisa bayangkan jika ia tidak suka mendengarkan piano, lalu ia dipaksa belajar piano. Ketertarikan ini sangat dibutuhkan seorang siswa piano, karena ia akan menggeluti piano paling sedikitnya 6-8 tahun ke depan. Ini merupakan perjalanan yang panjang dan melelahkan, tetapi daya tarik ini akan menjadi modal utama dalam melalui semua kesulitan yang akan dihadapi.

Ia Harus Memiliki Rasa Ingin Tahu

mengajar_pianoKetika seseorang belajar piano, ia akan disuguhkan berbagai macam informasi baik saat belajar di tempat kursus ataupun saat sedang berlatih di rumah. Banyak istilah-istilah dalam bahasa asing yang akan terus-menerus menjadi bagian proses belajarnya selama belajar piano. Seseorang yang memilki rasa ingin tahu, ia akan mencari informasi apa yang ia tidak tahu. Ia akan bertanya kepada guru piano, teman bahkan orangtuanya tentang apa yang ia tidak ketahui. Dengan kata lain ia tidak merasa bosan atau jenuh dengan banyak hal yang tidak ia ketahui tetapi memacunya untuk menggalinya sesuai kemampuannya.

Ia Harus Memiliki Rasa Antusias

Dalam bermain piano, seseorang harus memiliki semangat yang tinggi yang selalu membara dalam dirinya untuk terus maju hingga berhasil. Orangtua, keluarga dan sahabat bisa mendorongnya untuk terus maju tetapi dorongan dan hasrat yang datang dari diri sendiri merupakan modal utama untuk mencintai dan menyukai musik. Ini menjadi penentu bagi kemajuan siswa piano.

Ia Harus Memiliki Kesensitifan

Musik itu adalah ungkapan emosi dan perasaan. Oleh karena itu seluruh aspek dari diri seorang pianis seperti pikiran, jiwa dan gerak tubuhnya harus berbeda dalam keadaan ‘tune’ dalam mengekspresikannya. Lagu yang dimainkan harus direnungkan dan dihayati dengan hati-hati agar dapat menjiwai lagu yang dimainkan. Kepekaan ini adalah salah satu aspek yang dipercaya dapat menentukan kualitas dari seorang siswa yang berhasil. Inilah yang membuat seorang pianis berbeda dengan yang lain meskipun sama-sama bisa memainkan lagu tersebut.

Ia Harus Rendah Hati

Rasa percaya diri yang dibangun selama belajar piano bisa membuat pianis menjadi sombong. Ketika seorang pianis menghasilkan permainan yang indah dan sempurna, ia membutuhkan pengakuan dari para penonton dan juri, tetapi juga harus menerima batasan. Ada saatnya ia melakukan kesalahan, lupa, gugup bahkan tergelincir di saat memainkan sebuah lagu, apapun yang terjadi, ia harus menerima segala saran dan masukan dari orang-orang yang memiliki pengalaman yang lebih luas dari dirinya sendiri. Dengan kata lain, janganlah menganggap dirinya yang paling hebat dari semua orang atau mengganggap dirinya lebih hebat dari gurunya sendiri. Kerendahan hati akan menjadi keberhasilan seorang pelajar piano karena ia akan terus belajar dan belajar, tetapi kesombongan akan merupakan akhir dari karir seorang pianis.

Ia Harus Tekun

Ketekunan adalah kunci keberhasilan dalam bermain piano. Ada suatu perkataan “lebih baik berlatih piano 15 menit setiap hari daripada 3 jam tapi sekali seminggu.” Ini mengarah pada ketekunan seorang pelajar piano. Jika ingin berhasil dalam piano, ia harus belajar dengan tekun dan tekun. Jangan pernah menganggap remeh akan ketekunan atau menggampangkan suatu latihan yang diberikan guru piano (piano tutor). Ingat! Jika bersikap “menggampangkan,” ia tidak akan pernah berhasil.

Ia Harus Sabar

Selama belajar piano, ia akan menghadapi banyak kesulitan yang membuatnya merasa frustrasi. Belajar piano itu sangat sulit tetapi ia harus memiliki kesabaran dengan diri sendiri, baik dalam mengendalikan pikiran maupun seluruh tubuhnya. Hal penting lain yang perlu dimiliki adalah jangan lupa untuk bersikap sabar terhadap guru yang membimbing. Segala sesuatunya jika dikerjakan dengan penuh kesabaran akan membuahkan hasil yang maksimal. Yang jelas belajar piano butuh waktu bertahun-tahun dan tidak ada jalan pintas untuk itu. Ia perlu sabar selama tahun-tahun itu untuk bisa melihat hasilnya.

Ia Harus Rasional

Jangan sekali-kali berpikir dalam waktu singkat ia berharap dapat langsung memainkan sebuah karya Chopin, Bach, Mozart dan lain-lain. Jangan pula pernah membandingkan kemampuan permainannya dengan gurunya, ataupun orang lain yang sudah bertahun-tahun bermain piano. Sikap membandingkan merupakan sikap orang yang tidak rendah hati. Cukup konsentarasi pada seluruh jari-jari tangannya ketika memainkannya. Berpikirlah realistis dan masuk akal, serta ikuti setiap pelajaran selangkah demi selangkah.

Ia Harus Berdedikasi

Apapun yang dikerjakan, jika tanpa dedikasi yang tinggi, seseorang tidak akan berhasil. Ia harus menyediakan waktu dan kerja keras yang pantang menyerah untuk belajar piano. Jadikanlah bermain piano menjadi salah satu kegiatan yang diprioritaskan dalam kehidupannya. Dengan kata lain, apa yang gurunya minta untuk dilakukan, harus dikerjakan dengan baik dan sempurna karena itu adalah bukti dedikasinya belajar piano.

Ia Harus Kreatif

Musik itu adalah seni dan dimana ada seni di situ dituntut kreatifitas untuk mendapatkan suatu keindahan, keharmonisan dan hasil yang memuaskan. Sederet notasi musik (music notes), bukanlah musik itu sendiri melainkan cara bagaimana nada-nada musik itu dapat membawa sebuah pengalaman hidup melalui musik. Seorang pemain piano dituntut untuk kreatif dan inilah yang membedakan seorang pemain piano yang satu dengan yang lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s