The Power of Dream


“The power of dream!! The power of dream!!” berulang- ulang dosen saya menyampaikan kata-kata itu.
Ya…. sepertinya Ada yang menarik dari kata-kata The Power of Dream, saya merenungi dan memikirkannya ketika dosen saya bercerita tentang kata-kata diatas. Kalau diartikan kedalam bahasa indonesia berarti “kekuatan dari mimpi”. Mimpi? Apa maksud dari mimpi disini? Apa mimpi didalam tidur? sepertinya bukan. Lalu mimpi yang mana?
Lalu dosen saya berkata, “kalian semua harus mempunyai yang namanya mimpi. Saya bisa keliling dunia karena mimpi. Saya seperti sekarang ini karena mimpi-mimpi saya dimasa lalu.” Lalu saya mulai paham maksud dari kata mimpi itu.
Mimpi itu adalah cita-cita, banyak orang-orang besar didunia ini menjadi besar karena mimpi. Mimpi yang mereka miliki dahulu namun karena mereka terus memupuk mimpi itu akhirnya mimpi itu menjadi kenyataan. Imajinasi juga termasuk kedalam sebuah mimpi, tanpa imajinasi tidak mungkin seorang albert einsten menemukan hukum-hukum alam kedalam sebuah rumusan yang jika diujicobakan akan terbukti.
Pernahkah teman-teman membaca sebuah novel berjudul sang pemimpi? Kalau pernah maka teman-teman akan paham maksud dari The Power of Dream. Novel ini ditulis berdasarkan pengalaman penulisnya sendiri. Dinovel itu diceritakan seorang anak dari kepulauan belitung yang penduduknya kebanyakan miskin dan bisa dianggap tertinggal pada zamannya. Disana orang-orang seperti ditakdirkan sebagai pekerja tambang timah. Setiap anak-anak yang sudah mulai dewasa maka mereka akan mulai menggantikan pekerjaan ayahnya sebagai penambang. Namun berbeda dengan anak ini. Dia tidak mau menjadi penambang timah, dia ingin mengubah nasibnya. Lalu dia terus berusaha dan berusaha dengan menempuh pendidikan tinggi. Akhirnya dia menjadi orang berhasil dan berhasil melihat seluruh isi dunia.
tahukah teman kenapa dia bisa berhasil? Ya, karena mimpi, apa mimpinya? Mimpinya sangat simpel , dia ingin sekali melihat secara langsung menara eifel yang berada di perancis. Mimpi yang simpel namun dapat membuat seorang anak penambang timah yang hidup dipulau terpencil berhasil melihat luasnya dunia dan berhasil memenuhi mimpinya.
Dari novel diatas kita dapat membayangkan betapa kuatnya kekuatan sebuah mimpi. Masing-masing dari kita pasti memiliki mimpi. jika belum pastikan teman-teman semua harus memilikinya karena tanpa mimpi hidup akan hambar, ibaratnya seperti buah kurma yang sudah tua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s