Pacaran? Kenapa islam ngelarang ya?


Setelah sekian lama g nulis akhirnya bisa nulis lagi🙂  mmmmm topik yang mau dibahas kali ini merupakan topik yang sudah umum ditelinga para kucers semua. “apa itu?” itu adalah PACARAN hehehe. semua kucers tau lah yang namanya pacaran tidak hanya dilakukan para abege aja tapi sudah lintas usia mulai dari anak umur 10 tahun yang ingusnya masih belepotan kemana-mana sampai orang tua yang udah bau tanah. bayangkan anak-anak umur 10 th aja sekarang udh tau pacaran dan udh pada punya pacar lagi ckckc, lutunya, gemes, orang yang ngeliat pasti bilang begitu. kemudian orang tua yang udh bau tanah masih pacara juga?, Mmmm saya hanya bisa geleng-geleng g bisa komentar hahaha.

next, kita masuk ke subtopiknya yaitu kenapa agama islam agama saya dan mungkin juga agama para kucers semua melarang yang namanya pacaran? pasti kebanyakan orang menjawab karena dosa, ITU BENAR!! namun kali ini saya ingin mencoba melihat apa sih dampaknya terhadap kehidupan kita sebagai umat manusia yang beradab. karena saya yakin setiap larangan dan aturan yang dibuat Allah pasti ada efek bentuk nyatanya dalam kehidupan kita. contoh gerakan sholat, setelah diteliti oleh para sains di barat sono ternyata gerakan sholat bisa menyehatkan tubuh kita. nah saya ingin melihat apa sih efek nyata larangan pacaran yang dibuat oleh Allah. saya akan mencoba menjabarkan, mengupas, menjelaskan  berdasarkan pengamatan dan pemahaman yang saya lihat disekitar lingkungan ataupun  pengalaman orang-orang disekitar saya.

Berdasarkan pengamatan saya ternyata efek negative pacaran itu paling berdampak besar kepada kehidupan pernikahan kita ‘kebetulan saya belum nikah (sotoy)’. kenapa bisa begitu? saya akan jabarkan analisis bodoh yang saya lakukan. didalam  manusia yg berOtak ada yang disebut mindset atau pola pikir. efek pola pikir ini sangat mempengaruhi seluruh struktur kehidupan kita dan berkaitan erat dengan perilaku dan sikap seseorang. contoh :  seorang mahasiswa A yang memiliki berjibun tugas yang menumpuk sehingga sering tidur lewat dari tengah malam dan bangun kesiangan. karena siklus tersebut si A menjadi terbiasa tidur tengah malam dan bangun kesiangan. akibat kebiasan tersebut  si A tidak dapat tidur kalau belum lewat jam 12 malam dan malas bangun pagi. inilah yang disebut mindset. mindset yang dimiliki si A membuat dia tidak mengantuk walaupun udh lewat jam 12 malam. sehingga walaupun dia berusaha untuk tidur jam 9 malampun tak akan berhasil. mindset terbentuk dari pemahaman yang dibiasaakan atau kebiasaan yang sering dibiasakan (o_0maksudnye?).

dari contoh diatas kita akan refleksikan dengan masalah efek pacaran tadi. kebanyakan orang yang pacaran pasti pacaran lebih dari satu kali minimal 3 kali lah “o_0 sotoy lagi” untuk orang yang sudah sering gonta ganti pacar sama seperti tadi akan terbentuk berbagai macam mindset. salah satunya dia tidak betah dalam waktu yang lama dengan satu pasangan saja. kenapa bisa seperti itu? itu karena si dia sudah merasakan beda sensasi setiap menjalin hubungan dengan setiap pasangan yang pernah dipacarinya. ” pasti pada ngeres otaknya nih hahaha”, maksud sensasi disini selain yang itu *sensor* adalah sensasi berkomunikasi dan menajalani kehidupan bersama-sama ‘sotoy’. sehingga terbentuklah sebuah mindset yang bernama rasa asyik, penasaran, kurang puas, dan mencari sosok sempurna.  berdasarkan beberapa orang pangeran cinta yg telah saya introgasi kebanyakan mereka berpacaran lebih dari satu kali karena ingin mencari pasangan yang cocok dengan dia, namun kenyataannya ini hanyalah sebuah alasan semu saja untuk menutupi rasa penasaran mereka. sehingga bagi yang sudah terpuruk dalam dia akan masuk ke penyakit stadium 4(playboy/playgirl) hahaha.  ada teman saya yang bilang “ah g masalah pacaran  kalau sekali aja buat pengalaman boy” tapi pada kenyataannya setelah yang pertama dia beranjak yang kedua terus selanjutnya beranjak yang ketiga untung dia g jadi playboy hahaha. kan tiga doank, tiga doank tapi kan udh ngerasain perbedaan sensainya kan, nah disini tanpa disadari suatu saat rasa penasaran akan muncul  percaya deh🙂 dan kebnyakan pas udh nikah.

mindset dari pacaran yang tertanam disaat muda tadi akan terbawa terus sampai kita masuk kejenjang pernikahan. nah disini bahaya mindset tadi. mungkin usia pernikahan 10 tahun masih adem g masalah namun ketika usia pernikahan menginjak usia 20 th keatas akan mulai muncul bibit2 perselingkuhan kebanyakan yg jadi korban yang kaum wanita yg udh mulai tua hehehe. tp yang paling akut nih yg playboy/playgirl usia pernikahan 1 tahun aja mungkin udh selingkuh dia hahaha. akibatnya rumah tangga berantakan sehingga anak menjadi anak broken home. anak yang dididik oleh orang tua yang memiliki mindset seperti tadi kemungkinan besar juga akan tertular sehingga dimasa depan dia akan mengikuti jejak orang tuanya juga.

karena dampak tadilah kenapa islam sangat melarang yang namanya pacaran. jangan lupa  bagi yang udh terlanjur masih bisa diselamatkan dengan cara taubat+taqwa kepada Allah. memang sangat sulit merubah mindset yang udh tertanam lama namun dengan ikhtiar kepada Allah insyaallah bisa,,

warning : tulisan ini dikhususkan untuk kaum laki-laki yang kebanyakan bisa mengalami masa puber kedua hahahah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s